SUKSES PENELITIAN

SUKSES PENELITIAN
(Post Ini untuk memotivasi teman-teman yang lagi atau akan menggarap penelitian ataupun tugas akhir seperti skripsi, tesis, atau disertasi tapi progressnya mandek. Ini adalah pemikiran Prof. Sugiyono [2016] dari buku Cara Mudah Menyusun Skripsi, Tesis, dan Disertasi [STD])
Pada awalnya, perlu diketahui beban kompetensi lulusan tiap jenjang berbeda, dalam UU No.12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi, beban kompetensinya adalah sebagai berikut:
1. S1 harus mampu mengamalkan keilmuannya melalui penalaran ilmiah (level pemanfaatan dan pembuktian)
2. S2 harus mampu mengamalkan sekaligus mengembangkan keilmuannya melalui penalaran dan penelitian ilmiah (level pembuktian dan pengembangan).
3. S3 harus mampu menemukan, menciptakan, dan/atau memberi kontribusi kepada pengembangan serta pengalaman keilmuan melalui penalaran dan penelitian ilmiah (level menemukan dan menciptakan IPTEK dan seni yang original, berkebaruan, dan mendapat pengakuan nasional serta internasional).
Maka dalam rangka penelitian, anda harus tau bobot penelitian yang layak untuk menebus gelar yang akan anda dapatkan.
Kunci sukses menulis penelitian ada 4:
1. Memahami dan Menguasai bidang yang akan diteliti. Waktu owe bimbingan dengan dosen owe, ini menjadi faktor penting karena jika peneliti saja tidak kuasai bidang, bagaimana mau meneliti? Maka sebaiknya pilih masalah penelitian dari bidang yang dikuasai.
2. Memahami metode penelitian. Anda harus tau dan menguasai metode apa yang tepat bagi anda menuntaskan masalah penelitian anda. Apa kualitatif, kuantitatif, ataupun mix method, maupun metode lainnya. Anda tidak paham metode owe jamin penelitian anda amburadul dan bakal dikulitin penguji saat sidang atau bahkan dimentahin pembimbing.
3. Memahami Standar Pedoman Penulisan. Ini kembali mengacu pada buku pedoman penelitian kampua atau buku petunjuk teknis yang dikeluarkan institusi tempat anda meneliti. Pastikan anda paham bagaimana pola menulis di lembaga anda meneliti.
4. Hubungan baik dengan pembimbing, karena proses penelitian melibatkan pembimbing agar terarah dan tidak subjektif (A.K.A seenak gue) maka anda perlu jalin hubungan baik sama pembimbing.
Masalahnya ada 4 jenis pembimbing (Liat gambar diagram di post ini):
1. Pembimbing mau dan mampu bimbing
2. Pembimbing Mampu tapi tak mau bimbing
3. Pembimbing tak mampu juga tak mau bimbing.
4. Pembimbing mau tapi tak mampu bimbing.
(Catatan: mampu di sini artinya menguasai bidang dan materi serta metode penelitiannya)
Maka solusinya adalah:
1. Dapat pembimbing yang mau dan mampu (1) anda hoki, owe ucapkan kiong hi. Asal anda semangat dan menguasai 3 kunci sebelumnya, cepat kelar garapan penelitian anda.
2. Dapat pembimbing mampu tapi tak mau bimbing (2) anda harus cari tau kenapa dia tidak bimbing anda, apakah keterbatasan waktu, pembimbingnya mageran, atau dia empet liat muka anda. Solusinya pandai-pandai persuasif sama beliaunya, menjalin keakraban dengan sopan santun dan perilaku menarik, kejar dan mohon bimbingannya (mahasiswa harus aktif dan sering hubungi dia tanya kapan bisa bimbingan dengan cara yang baik).
3. Dapat pembimbing yang tak mampu dan tak mau (3) anda paling amsiong liaoo. Maka solusinya anda harus belajar sendiri, neliti sendiri, biar tidak subjektif anda juga perlu bimbingan dengan dosen lain atau teman yang anda liat piawai secara informal. Kalo anda rasa sudah mantap baru anda kejar pembimbing anda, mohon anda dibimbing dengan baik dan kapan bimbingan bisa diselesaikan.
(Catatan: owe pernah dapat kasus pembimbing tipe ini, udah sok tau tapi gak bisa, ngacak-ngacak skripsi orang pula, dan karakternya dominasi, maka kuncinya ajak orang lain yang bukan mahasiswanya dan menguasai bidang serta metode, datangi dan ikut dengarkan proses bimbingan dengan sopan, orang ini hanya bertugas memberi persuasi apabila dosbing ini ngaco, kalau perlu diajak diskusi ringan dengan penjabaran data refrensi. Sialnya pembimbing model ini gak bisa belain anda di sidang nanti, so Brace Urself).
4. Dapat pembimbing mau tapi tak mampu (4) anda amsiong juga liaoo, tapi gak se amsiong yang nomor 3. Solusinya anda harus belajar sendiri, neliti sendiri, biar tidak subjektif anda juga perlu bimbingan dengan dosen lain atau teman yang anda liat piawai secara informal. Kalo anda rasa sudah mantap baru anda kejar pembimbing anda. Tapi untungnya tipe pembimbing ini biasanya cepat mengikuti apa yang udah dilakukan mahasiswanya bila apa yang sudah digarap dianggap betul, yang penting anda mampu jelaskan gambaran besar dan alur penelitian anda secara benar, tepat, dan masuk akal. Mungkin anda masih dapat pembelaan dari pembimbing nanti saat sidang, walaupun pembelaannya tidak begitu berarti, maka tetep Brace UrSelf.
Sebagai penutup, beberapa kampus ada yang bisa pilih pembimbing, ada juga yang pembimbingnya sudah ditakdirkan pihak kampus (dalam hal ini kaprodi dan WAKA akademik). Maka kalo bisa milih, pilihlah pembimbing model nomor 1. Tapi kalau tidak bisa milih, anda harus terima buah karma anda sekaligus menanam karma (perbuatan) baru dengan sejumlah usaha agar penelitian anda cepat selesai dan sukses.
*****
Daftar Pustaka:
Sugiyono. 2016. Cara Mudah Menyusun Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Bandung. CV Alfabeta.

 

  • Share:

ARTIKEL TERKAIT

0 COMMENTS

LEAVE A COMMENT