Bahaya VPN Gratisan

Sejumlah netizen menyarankan penggunaan VPN (Virtual Private Network) gratis sebagai solusi saat IG Instagram dan WA Whatsapp Down.

Fenomena IG dan WA Down itu akibat pembatasan akses media sosial dan layanan pesan instan oleh pemerintah.

Tidak sepenuhnya down sebenarnya karena masih bisa berfungsi dalam beberapa waktu.  

Perlu diketahui, pembatasan itu dilakukan secara bertahap mulai hari ini dengan mengurangi kecepatan pengguna dalam mengunggah dan mengunduh konten seperti foto dan video.

Tujuan Kementerian Komunikasi dan Informasi adalah mencegah penyebaran informasi hoaks menyangkut aksi  22 Mei.

Aplikasi VPN gratisan ini tersedia banyak di Google Playstore.

VPN (Virtual Private Network) merupakan sebuah koneksi antar jaringan yang sifatnya pribadi, yang dilakukan melalui jaringan internet publik dan memungkinkan pengguna bertukar sumber daya secara privat melalui jaringan internet publik tersebut.

Jika dianalogikan, VPN ini sama halnya dengan firewall pada komputer kalian, di mana VPN akan melindungi aktivitas online kalian.VPN ini sering disebut sebagai koneksi yang lebih aman dibanding koneksi internet biasa. Hal tersebut memang benar namun tidak sepenuhnya, karena ternyata VPN ini masih memiliki sejumlah kekurangan.

Banyak yang menyebut VPN adalah koneksi aman ketimbang koneksi internet biasa.

Ternyata VPN juga memiliki risiko yang wajib Anda ketahui.

Merujuk Life Hacker, Selasa (2/10/2018), sebuah penelitian dilakukan oleh para peneliti dari Data61/CSIRO, UC Berkeley, UNSW Sydney dan UCSI.

Penelitian mereka menunjukkan jika aplikasi Android VPN ternyata cukup berisiko.

Total ada 283 aplikasi VPN yang diuji oleh para peneliti tersebut.

Hasilnya ada beberapa bahaya yang mengintai yaitu adware, trojan, malvertising atau bahkan spyware.

1. Penjualan Data

Penjualan Data

Foto: big.exchange

Salah satu bahaya yang menanti kalian ketika menggunakan VPN gratos adalah resiko penjualan data secara ilegal. Untuk kalian pengguna VPN berbayar rasanya tidak perlu khawatir soal masalah penjualan data ini karena para penyedia VPN berbayar umumnya memiliki aturan yang ketat dan jaminan namun untuk pengguna VPN gratisan.

Mulai dari sekarang kalian harus berhati-hati karena banyak sekali kasus di berbagai negara yang membuktikan kalau penyedia VPN gratis terkadang menjual data kalian ke pihak ketiga seperti korporasi yang ingin mengirim spam ke e-mail kalian atau bahkan hacker.

2. Penggunaan IP Pelanggan Sebagai Network End-Point

Meningkatkan Bandwith

Foto: emaze.com

Bahaya VPN gratisan lain yang juga cukup merugikan ketika kalian menggunakan VPN adalah kemungkinan pihak penyedia layanan VPN gratis yang kalian gunakan justru menggunakan komputer kalian (IP Address) kalian sebagai Network Endpoint .

Network Endpoint atau batu loncatan untuk meningkatkan bandwith layanan VPN milik mereka atau mengalihkannya untuk meningkatkan kecepatan internet pelanggan lain yang mereka anggap lebih menguntungkan mereka (ada kemungkinan Network Endpoint kalian juga dijual).

3. Resiko Serangan Man in the Middle

Serangan Man in the Middle

Foto: incapsula.com

Selain masalah penjualan data dan Network End-Point, beberapa penyedia layanan VPN (terutama VPN gratis) juga berpotensi melancarkan serangan Man in the Middle, yaitu suatu serangan terhadap sistem komputer yang saling berkomunikasi satu sama lain.

Sementara si penyerang berada di tengah-tengah jalur komunikasi tersebut untuk membaca, membajak, dan mencuri data kalian atau justru menyisipkan malware.

Ingat, ketika kalian menggunakan VPN, data kalian mengalir melalui server layanan VPN tersebut.

4. Kebocoran Data dan Alamat IP

Alamat IP

Foto: gohacking.com

Bahaya lain yang juga dapat muncul akibat menggunakan VPN adalah bocornya data dan IP kalian ke publik. VPN bekerja seperti terowongan di mana koneksi kalian melewati suatu jalur 'rahasia' untuk sampai ke tujuan yaitu internet.

Namun, pada sejumlah penyedia layanan VPN gratis, jalur rahasia yang digunakan memiliki banyak 'lubang' sehingga ada kemungkinan data dan alamat IP kalian bisa saja bocor ke publik melalui 'lubang' tadi.

 
 
 
 
 
 

Apa yang akan terjadi jika alamat IP kalian sampai bocor ke publik? Tentu saja, kalian akan menghadapi ancaman yang lebih serius yaitu malware dan hacker.

5. Adware

Adware

Foto: malwaretips.com

Kebanyakan penyedia layanan VPN gratis mengandalkan pendapatan dari iklan-iklan yng dipasang pihak ketiga pada website mereka. Tentu saja iklan-iklan yang dipasang tersebut dapat menganggu kenyamanan pengguna dan tidak menutup kemungkinan iklan tersebut telah disusupi malware atau aplikasi lain yang akan secara otomatis terinstall ke komputer kalian.

Kemudian risiko kedua saat menggunakan VPN gratisan ialah kemungkinan pihak penyedia layanan menggunakan IP Address sebagai Network Endpoint.

Apa itu Network Endpoint?

Network Endpoint ini berguna untuk meningkatkan bandwith layanan VPN untuk meningkatkan kecepatan internet pemakai internet lainnya.

Bahkan, beberapa sumber menyebut ada kemungkinan Network Endpoint dijual.

Risiko lain penggunaan VPN gratisan adalah serangan Man in the Middle, yakni serangan terhadap sistem komputer yang saling berhubungan satu sama lain.

Ada potensi si penyerang berada di tengah jalur komunikasi dan menggunakannya untuk membaca, membajak, mencuri data, atau paling buruk adalah menyisipkan malware.

Bahaya lain yang bisa muncul dalam penggunaan VPN gratisan adalah potensi bocornya data dan IP ke publik.

Sebab, secara sistematis, VPN bekerja seperti terowongan di mana koneksi pengguna melewati jalur khusus untuk dalam mengakses internet.

Mengakses internet menggunakan VPN gratisan kadang kala juga membuat koneksi menjadi lebih lambat.

Yang namanya terowongan, maka bukan tidak mungkin juga jika jalur tersebut memiliki banyak kebocoran.

Apabila alamat IP bocor ke publik, maka pengguna internet bersangkutan akan menghadapi ancaman serius yaitu malware dan hacker.

Selama ini, banyak penyedia layanan VPN gratis yang mengandalkan pendapatan dari iklan-iklan yang dipasang di website mereka sehingga bahaya Adware bisa saja mengancam.

Hal ini sangatlah ironis, karena penggunaan VPN seharusnya bisa mengamankan privasi pengguna.

Alih-alih, jika tak pintar-pintar memilih layanan, privasi dan keamanan lain pengguna malah terbuka lebar

  • Share:

ARTIKEL TERKAIT

0 COMMENTS

LEAVE A COMMENT